Seputar kota SOLO On Line

Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 September 2011 di 19.26 | 0 komentar  
The cajón was most likely developed in coastal Peru during the early 19th century or before.The instrument reached a peak in popularity by 1850, and by the end of the 19th century cajón players were experimenting with the design of the instrument by bending some of the planks in the cajón's body to alter the instrument's patterns of sound vibration.
Half to three quarter inch (1.3 to 2 cm) thick wood is generally used for five sides of the box. A thin sheet of plywood is nailed on as the sixth side and acts as the striking surface or head. A sound hole is cut on the back side opposite the head or tapa.

The top edges are often left unattached and can be slapped against the box. The player sits astride the box, tilting it at an angle while striking the head between his knees. The modern cajón has several screws at the top for adjusting percussive timbre and may sport rubber feet. Some versions may also have several vertically stretched cords pressed against the tapa for a buzz like effect or tone. Guitar strings, rattles or drum snares may serve this purpose. The percussionist can play the sides with the top of his palms and fingers for additional sounds. There are also tube cajón, which are played like a conga.
Diposting oleh G n A Production Label:

Solo Jadi Salah Satu Kota Percontohan di Asia Pasifik


Pemerintah Kota Solo patut berbangga hati. Keberhasilannya menata kawasan kumuh dengan ramah membuat kota ini masuk dalam jajaran 100 kota percontohan di kawasan Asia Pasifik.

Hal itu dikemukakan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa seusai jumpa pers penutupan Asia Pacific Ministerial Conference on Housing and Urban Development (APMCHUD) ke-3 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/6).

"Itu karena Solo dinilai berhasil melibatkan masyarakat dalam penataan kawasan kumuh. Nanti Solo akan diundang oleh UN-Habitat untuk mempresentasikan kiat-kiatnya di kota-kota lain di Asia Pasifik," katanya.

Konferensi menteri perumahan dan pembangunan perkotaan Asia Pasifik yang berlangsung selama tiga hari ini juga menghasilkan sejumlah keputusan penting. Salah satunya adalah menjadikan Indonesia sebagai regional center pemberdayaan masyarakat dibidang perumahan dan pembangunan perkotaan di kawasan Asia Pasifik.

Regional center adalah revitalisasi dari fungsi research center yang sudah berjalan selama ini. Dengan bidang garap yang lebih luas, meliputi bidang perumahan, permukiman, pembangunan dan perkotaan.

Terpilihnya Indonesia sebagai regional center ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara ini dimasa mendatang dalam menata kawasan kumuh. Selain sebagai regional center, Indonesia peserta APMCHUD juga mempercayakan kepada Indonesia untuk menjadi pemimpin biro ini hingga 2012. Jabatan kepala biro dipegang oleh Menpera Suharso Monoarfa.

dikutip dari Media Indonesia.com tanggal 24 juni 2010
Diposting oleh G n A Production Label:

SOLO BATIK CARNIVAL 3 tahun 2010



Kota SOLO dapat disebut sebagai barometer kebudayaan di Jawa tengah, hal ini terbukti dengan berbagai kegiatan yang mengusung tentang keanekaragaman budaya. Di bawah pimpinan Ir Joko Widodo dan FX Hadi Rudyatmo, kota Solo mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Setiap tahun selalu menyelenggaran even tentang kebudayaan baik yang bersifat Nasional maupun Internasional. Salah yang dijadikan ikon kota Solo adalah SOLO BATIK CARNIVAL yang rutin diselenggarakan tiap tahun.



Walikota SOLO Ir Joko Widodo

Penyelenggaraan SOLO BATIK CARNIVAL (SBC) tahun 2010 ini diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2010, dengan mengambil rute Start dari CENTER POINT ( bundaran Purwosari ) dan Finish di Pasar Ngarsopuro (depan Pura Mangkunegaran).



Peserta dalam SBC ke 3 ini berjumlah sekitar 300 orang, dari usia anak-anak sampai dengan usia dewasa. Kegiatan SBC ini ternyata mendapatkan sambutan yang antusias dari warga masyarakat kota SOLO. Mereka berharap agar even ini rutin diadakan tiap tahun dan dapat dijadikan ikon kota SOLO.


peserta SBC 3 dengan kostum kupu-kupu




Beraneka ragam model kostum ikut memeriahkan Solo Batik Carnival 2010


Peserta SBC 3 unjuk kebolehan menari dengan iringan musik
Diposting oleh G n A Production Label:
SOLO BATIK CARNIVAL II


SBC atau Solo batik Carnival merupakan Agenda rutin Pemerintah kota Surakarta tiap tahun dalam memajukan sektor pariwisata dan perdagangan. Kegiatan ini merupan salah salah ajang promosi perdagangan batik. SOLO BATIK CARNIVAL II dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2009 mulai pukul 15.00 WIB dengan mengambil rute sepanjang Jl. Slamet Riyadi dari Solo Center Point Purwosari sampai dengan Balaikota.


Walikota Solo Ir. Joko W terlihat menaiki kuda saat SBC II


Wawali Solo FX. Hadi R juga ikut memeriahkan SBC II


Solo Batik Carnival II Tahun 2009 ini mengambil tema "topeng" sehingga tak heran jika semua peserta memakai aksesoris yang berkaitan dengan topeng, tanpa meninggalkan batik sebagai sebagai tema utamanya. Dalam karnaval SBC II, kemarin terlihat para peserta baik dari anak-anak sampai dengan dewasa semua memakai kostum yang beraneka ragam bentuknya, dan tentunya terlihat unik dan mengasyikkan. Tak heran banyak warga masyarakat yang terkagum-kagum melihatnya.

Salah satu peserta SBC II



Sebagian besar masyarakat Surakarta mendukung acara ini. Mereka menginginkan supaya kegiatan ini dapat dijadikan salah satu agenda rutin dan dapat menjadi ikon kota Solo sebagai kota budaya. Di samping acara karnaval juga di gelar acara srawung batik di sepanjang city walk kota solo. Srawung batik ini merupakan ajang promosi juga yang dilakukan oleh para pengrajin batik di kota Solo.




Kostum peserta SBC II yang unik dan menarik
Diposting oleh G n A Production Label:

KOTA SOLO, KOTA WISATA DAN BUDAYA

      Kota Solo merupaka kota sejarah, kota ini menyimpan banyak ragam budaya yang bernilai historis tinggi. Salah satunya adalah museum Radyapustaka yang merupakan museum tertua di Indonesia. Di Museum ini banyak sekali benda-benda bersejarah mulai dari patung batu maupun patung yang berbahan perak,perunggu dan yang lainnya.

      Museum Radyapustaka juga menyimpan benda-benda bersejarah dari Keraton Kasunanan Surakarta, salah satunya canthik (Maskot di perahu Zaman Kerajaan) Kyai Rojomolo konon perahu tersebut dipakai raja keraton surakarta untuk menjemput permaisurinya (Kencono wungu) yang ada di daerah Jawa Timur untuk diboyong ke Keraton Surakarta menggunakan perahu menyusuri sungai bengawan solo.


      Pada Bulan Januari 2009 kemarin atau tepatnya di bulan suro, canthik Kyai Rojomolo ini dijamasi (dibersihkan) setelah kurang lebih 100 tahunan belum pernah dibersihkan. Memang banyak pro dan kontra tentang pelaksanaan jamasan ini, ada yang mengkhawatirkan apabila benda ini dijamasi dengan menggunakan air akan rusak mengingat terbuat dari bahan kayu. Namun setelah banyak pertimbangan acara ini dapat berlangsung, dan sistem jamasannya tidak memakai air secara langsung namun memakai kain yang dibasahi (hanya di lap saja).



      Ternyata acara ini banyak menyedot pengunjung, baik domestik maupun luar, dan menurut informasi dari Dinas Pariwisata kota Surakarta, acara seperti ini akan diagendakan setiap tahun, sehingga dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung di Kota Solo.

Diposting oleh G n A Production Label:
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. G and A production by steven aries hendrayana putra